0
Thumbs Up
Thumbs Down

3 Senjata Pamungkas Kemenpar untuk Meningkatkan Industri Pariwisata di Tahun 2019

okezone
okezone - Thu, 15 Nov 2018 17:30
Dilihat: 169

MENJELANG penghujung tahun 2018, Kementerian Pariwisata menggelar acara bertajuk 'Forum Komunikasi Staf Ahli untuk Wonderful Indonesia Sinergi Lintas Kementerian/Lembaga' yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/20180).

Salah satu pembahasan utama dalam forum ini adalah terkait pencapaian Kemenpar dalam memenuhi target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2018, serta upaya dan strategi yang akan dilakukan untuk menggaet 20 juta kunjungan wisman di tahun 2019.

Dalam kata sambutannya, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Anang Sutono mengatakan, selain terus melakukan pengembangan destinasi, di tahun 2019 Kemenpar juga akan gencar memasarkan produk-produk wisata Indonesia di kancah internasional.

(Labuan Bajo, Foto: Utami Riyani/Okezone)

(Baca Juga:5 Alasan Berat Badan Naik Kembali Setelah Diet)

"Destinasi kita bagus tapi tidak pernah kita pasarkan. Sementara negara tetangga, selalu menjual pariwisata mereka dengan sangat antusias dengan anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu, berdasarkan arahan bapak Menteri Arief Yahya, tahun ini strateginya kita modifikasi. Sekarang porsi untuk selling menjadi 50%, advertising 30 %, dan branding jadi 20%," tutur Anang Sutono.

Lebih lanjut Anang mengatakan, untuk strategi selling itu sendiri, Kemenpar telah melakukan cross seling atau misi penjualan langsung dengan memboyong industri, travel agent, tour operator, termasuk pemerintah daerah yang memiliki potensi besar untuk dijual.

"Jadi mereka kita bawa langsung untuk bertemu dengan travel agen dan industri di sejumlah negara 'origin' (negara yang menyumbangkan inbound terbesar). Misalnya China, Malaysia, Singapura, Australia, dan India. Kelima negara inilah yang pertumbuhan wisatawannya sangat bagus," tambahnya.

(Candi Arjuna di Dieng, Foto: Utami Riyani/Okezone)

(Baca Juga:Bertemu Bocah Asongan yang Mampu Berbicara Lebih dari 10 Bahasa)

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti sempat menjelaskan secara singkat 3 jurus pamungkas yang akan dilakukan Kemenpar di tahun 2019 mendatang.

Strategi pertama disebut dengan istilah ordinary efforts. Di sinilah aktivitas branding, advertising, dan selling dilakukan. Strategi ini akan terus dilaksanakan seiring semakin berkembangnya sejumlah destinasi di Tanah Air.

Strategi kedua adalah extra ordinary efforts yang mencakup pemberian incentive access, hotdeals, dan Competing Destination Model (CDM). Lalu yang terakhir adalah strategi super extra ordinary efforts, dalam hal ini mengembangkan Border Tourism, Tourism Hub, serta membangun Low Cost Terminal (LCT).

"Border tourism itu seksi banget, setiap kami bikin event di Atambua pasti meledak. Peminatnya sangat banyak. Kalau untuk Toursim Hub, kita juga sedang berdayakan. Coba lihat Changi Airpot yang setiap tahunnya didatangi 60 juta passenger. Dan untuk LCT, kita sudah menginisiasi pembagunannya, dan pihak AP 2 sedang menggarap. Mudah-mudahan tahun depan sudah ada kejelasan," kata Esthy.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip