0
Thumbs Up
Thumbs Down

5 Langkah Ajarkan Anak untuk Berbagi Mainan

okezone
okezone - Wed, 24 Apr 2019 10:43
Dilihat: 200

ANAK-ANAK memang perlu diajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai si kecil agar dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain kelak.

Sayangnya, mengajarkan anak untuk berbagi bukanlah tugas yang mudah. Bertengkar karena berebut mainan, memang bukan hal yang aneh pada anak-anak. Di usianya yang masih muda, anak-anak memang sangat sulit untuk memberikan apa yang mereka miliki.

Mereka merasa memiliki hak penuh pada suatu benda dan merasa membutuhkannya sehingga tidak ingin meminjam pada orang lain. Padahal, untuk menjalin hubungan yang baik dengan teman sebayanya, si kecil perlu berbagi.

Supaya kebiasaan kurang baik tersebut tidak mendarah daging dan terbawa hingga dewasa, Anda perlu melatih anak untuk berbagi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan pada si kecil supaya dia mau berbagi dengan orang lain.

Baca Juga: Foto Gemas Pangeran Louis di Ulang Tahun Pertamanya, Difoto Kate Middleton Lho!

1. Ajari di usia yang tepat

Sejatinya, berbagi merupakan bagian dari empati. Ini merupakan kemampuan untuk melihat dan merasakan sesuatu dari sudut pandang orang lain. Anak-anak biasanya belum mengembangkan rasa empati dengan baik ketika usianya di bawah 6 tahun.

Mengajarkan anak untuk berbagi tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan usia tersebut. Pasalnya, bila Anda diajari hal ini lebih awal, dia bisa frustasi. Hal ini akan memperburuk hubungan Anda dengan si kecil.

Akibatnya, Anda akan semakin sulit untuk melatih anak untuk berbagi. Usia yang paling baik untuk mengajari anak hal ini adalah usia 3 atau 4 tahun, yaitu ketika anak-anak mulai bermain dan bekerja sama dengan teman sebayanya.

2. Jelaskan arti berbagi

Dalam mempelajari hal apa pun, si kecil butuh diberi penjelasan kenapa mereka harus melakukannya dan bagaimana cara melakukannya. Sebelum Anda mengajarkan anak untuk berbagi, alangkah baik jika dimulai lebih dulu dengan memberinya pemahaman yang sederhana.

Misalnya, memberi tahu bahwa berbagi tidak selalu memberikan apa yang si kecil miliki. Berbagi juga memiliki arti sebagai meminjamkan suatu benda. Itu artinya, benda tersebut akan kembali padanya. Dengan begitu, anak tidak lagi menolak untuk memainkan mainan secara bergiliran dengan temannya.

Baca Juga: Tampilan Adem Nurul Djihan, Polwan Cantik Berhijab yang Bikin Hati Meleleh

3. Jangan memaksa

Mengajarkan anak berbagi memang penting untuk kehidupan anak, tapi Anda tidak harus memaksanya. Anda tetap harus menghargai kemauan si kecil, terutama jika dia cukup selektif.

Misalnya, hanya mau meminjamkan bolanya namun tidak ingin meminjamkan bonekanya. Jika memang seperti itu, maka jangan paksa si kecil untuk meminjamkan bonekanya.

Pada tahap awal, Anda dan anak mungkin perlu menyortir barang mana yang boleh dipinjamkan atau tidak. Supaya tidak berakhir dengan pertengkaran nantinya, simpan mainan yang tidak boleh dipinjamkan saat anak bermain dengan temannya.

Dengan cara ini, anak tidak akan merasa kecewa untuk berbagi atau mempertahankan mainan yang tidak ingin dipinjamkan. Jangan khawatir, semakin lama anak akan mulai bermurah hati untuk meminjamkan mainan tersebut pada orang yang dia percaya dapat menjaganya dengan baik. Seiring waktu, rasa empati anak pun akan berkembang dan dia tidak akan lagi menjadi pemilih dalam berbagi.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip