0
Thumbs Up
Thumbs Down

Anak Blasteran, Bagaimana Cara Tepat Mengasuhnya? Ini Kata Psikolog

okezone
okezone - Wed, 17 Apr 2019 12:00
Dilihat: 104

PERNIKAHAN beda benua tentu menyimpan tantangannya sendiri. Mulai dari perizinan, kesiapan mental, hingga masalah sederhana tapi penting seperti komunikasi.

Jika Anda tidak siap dengan perbedaan dan juga tidak memiliki tujuan yang jelas, sangat disarankan untuk tidak melakukan pernikahan. Sebab, pernikahan beda benua akan menjadi semakin 'ruwet' ketika muncul masalah dan tak bisa dipecahkan.

Dalam pernikahan beda bedua, perbedaan suku dan budaya juga penting untuk diperhatikan. Namun, seperti kebanyakan nasihat sahabat-sahabat Anda, kesepakatan pasangan dalam menjalani pernikahan adalah kunci dari keputusan menikah dengan bule.

Baca Juga: Meme-Meme Master Chef Indonesia yang Bikin Ngakak, Chef Juna Jadi Bulan-Bulanan

Misalnya, menentukan visi dan misi pernikahan, kalau ada konflik, Anda maupun pasangan sebaiknya bersikap seperti apa, bahasa apa yang akan digunakan di rumah, dan sebagainya.

Tentu, kemampuan komunikasi dan keterbukaan akan perbedaan nilai dan ekspektasi ke pasangan perlu disadari satu sama lainnya. Jadi, dengan begitu Anda tidak mudah kecewa saat pasangan melakukan hal yang tidak disukai dan lebih mudah pula untuk memaafkan.

Pernikahan juga bukan sebatas pesta dan selesai. Tetapi, pernikahan juga kebanyakan menantikan adanya keturunan. Dengan begitu, pemahaman pola asuh sebagai orangtua beda bedua mesti disadari sedalam mungkin. Hal ini juga yang kemudian menentukan bagaimana pola asuh Anda sebagai orangtua untuk calon anak kalian nantinya.

Psikolog Anak Karina Istifarisny menjelaskan, orangtua sebaiknya satu suara. Misalkan anak melakukan perilaku X, orangtua Indonesia sudah tidak bisa toleransi, orangtua bule masih bisa toleransi. Nah, di depan anak, harus sepakat, ini ditoleransi atau tidak. Sudah perlu teguran atau belum.

"Jadi, ada kesepakatan sehingga anak tidak bingung. Kemudian konsistensi. Ini juga penting," terang Karina melalui pesan singkat pada Okezone, Selasa (16/4/2019).

Bicara mengenai pola asuh anak blasteran, mengajarkan mereka bahasa ibu adalah kesulitan yang harus juga disadari orangtua Indo-asing. Anda tentu akan bingung mau mengajarkan si anak bahasa apa?

Menurut Psikolog Karina, bahasa ibu yang diajarkan ke anak bebas, asal konsisten. Jadi, jangan dicampur bahasanya dalam satu kalimat.

"Misalnya gini, I mau eat. Tidak boleh begitu. Lebih baik, saya mau makan atau I wanna eat sekalian. Ini dilakukan agar terbentuk kemampuan bahasa yang spesifik dan memiliki makna yang dalam untuk si anak. Anda mesti ingat, bahasa itu berkaitan dengan emosi," papar Karina.

Karena itu, konsistensi bahasa memudahkan anak untuk mendalami makna dari bahasa tersebut. Sehingga nantinya mudah mengenali emosinya dan mengekspresikan dirinya.

Bahasa di rumah satu saja dan konsisten, baik ayah dan ibu sepakat menggunakan bahasa yang sama. Tapi, perlu dicermati, jika bahasa di rumah berbeda dengan sekolah, anak perlu dikuatkan agar bisa memahami pelajaran di sekolah.

"Jika memutuskan untuk menggunakan kedua bahasa di rumah, perlu memperhatikan agar tidak mencampurkan kedua bahasa dalam satu kalimat. Sekali lagi, jangan campur-campur bahasa," terangnya.

Lebih lanjut, Psikolog Karina menambahkan, semakin sering si anak diajak berkomunikasi, mereka akan semakin lancar dan lebih mudah memaknai kata-kata dalam bahasa tersebut. "Jadi, harus sering diajak bicara dan diskusi, sehingga kemampuan bahasa anak semakin terasah," singkatmya.

Selain berkaitan dengan emosi, bahasa juga berkaitan dengan kemampuan sosial si anak. Bahasa yang akan membuat si anak menjalin pertemanan, mengungkapkan emosi, atau bersikap menolak.

Psikolog Karina menegaskan, kalau orang dewasa di sekitarnya mampu membimbing si anak dengan baik, anak yang memiliki orang tua beda suku atau nationality akan lebih kaya ilmu, baik dari segi bahasa, sudut pandang, dan lebih bisa toleransi. Tapi kalau tidak di bimbing dengan baik, bisa ada kebingungan dalam menghadapi lingkungan.

So, apakah Anda sudah sepakat menentukan mana bahasa yang akan digunakan si anak? Bersikap adil dan konsisten di depan si anak akan menentukan bagaimana karakter mereka terbentuk. Ingat, orangtua yang hebat akan membentuk perilaku anak yang hebat juga!

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip