0
Thumbs Up
Thumbs Down

Apakah COVID Akan Menghilangkan Budaya Memberi Cokelat Valentine di Jepang?

Japanese STATION
Japanese STATION - Fri, 12 Feb 2021 21:08
Dilihat: 95

Tidak hanya sekadar romansa, Hari Valentine adalah hari untuk cokelat di Jepang. Ada tradisi di mana wanita memberikan cokelat Valentine kepada pria, dan tidak hanya untuk pacar atau suaminya, tetapi juga kepada rekan kerja pria mereka.

Cokelat hadiah ini dikenal sebagai “giri choco”, atau "cokelat wajib". Namun, dalam beberapa tahun terakhir ada perdebatan yang meningkat tentang apakah manfaat yang didapat dari coklat wajib ini lebih besar daripada kerugiannya, dan beberapa orang berpikir tahun ini mungkin akan menandai titik balik.

Ilustrasi memberi cokelat Valentine (pakutaso.com)

Cokelat wajib seolah-olah menjadi ucapan terima kasih yang harus untuk berbagai tindakan kebaikan dan dukungan yang diberikan rekan kerja pria sepanjang tahun. Ini tidak berkaitan dengan tindakan bantuan tertentu, tetapi bantuan umum yang diberikan setiap hari. Namun, dengan banyaknya orang yang menghabiskan sebagian besar tahun lalu dengan bekerja dari rumah, mereka telah melakukan gaya kerja yang lebih mandiri, yang berarti lebih baik melakukan sesuatu sendiri daripada meminta rekan kerja untuk membantu, atau menawarkan diri untuk membantu, dan karena itu tidak terlalu perlu untuk mengucapkan terima kasih dengan cokelat.

Ilustrasi memberi cokelat Valentine (pakutaso.com)

Lalu ada fakta bahwa Hari Valentine di tahun 2021 ini akan berlangsung ketika Jepang berada dalam keadaan darurat COVID-19 yang diumumkan oleh pemerintah, dengan orang-orang diminta untuk membatasi kunjungan yang tidak perlu. Sebuah deskripsi yang menurut banyak orang berlaku untuk pergi ke department store untuk membeli cokelat. Selain itu, jika seorang wanita dan atau rekan kerja prianya bekerja dari rumah, mereka harus mengatur waktu untuk bertemu secara langsung agar dia dapat memberikan cokelat Valentine, atau dia harus mengirimkannya ke rumahnya, menambah kerumitan dan biaya lainnya.

Ilustrasi memberi cokelat Valentine (pakutaso.com)

Faktor lainnya adalah bahwa tanggal 14 Februari tahun ini jatuh pada hari Minggu, yang kemungkinan besar akan mengurangi antusiasme untuk memberikan cokelat di kantor karena harus dilakukan sebelum atau sesudah Hari Valentine itu sendiri. White Day yang berlangsung tanggal 14 Maret tahun ini juga jatuh pada hari minggu. Faktor ini mungkin akan menjadikan baik wanita maupun wanita kurang termotivasi untuk pergi keluar dan membeli cokelat, atau berbelanja bahan untuk membuat cokelat.

Terlepas dari namanya yang tidak menarik, cokelat wajib bukanlah sesuatu yang secara universal dibenci oleh wanita di Jepang, sehingga kecil kemungkinannya budaya memberikan cokelat ini akan menghilang sepenuhnya.

Ilustrasi memberi cokelat Valentine (pakutaso.com)

Tetapi mengingat fakta bahwa ada beberapa wanita yang menganggapnya sebagai pengeluaran yang tidak perlu, baik pada energi dan dompet mereka, dan bahkan banyak pria lebih suka tidak menerima cokelat, beberapa perusahaan yang memutuskan untuk melarang para karyawannya memberikan atau menerima cokelat Valentine di tengah pandemi mungkin menemukan bahwa setiap orang akan lebih bahagia dengan cara itu, dan menjadikannya bagian dari budaya kantor mereka di masa mendatang.

PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip