0
Thumbs Up
Thumbs Down

Begini Surat Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Terkait Update Transmisi Covid-19

okezone
okezone - Sun, 12 Jul 2020 22:17
Dilihat: 55
Begini Surat Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Terkait Update Transmisi Covid-19

Banyaknya desakan dari para ilmuwan serta penelitian terbaru terkait dengan transmisi Covid-19, kepada World health Organization terkait terdapatnya kemungkinan transmisi SARS-CoV-2 melalui airborne walaupun tanpa terdapatnya tindakan atau prosedur medis yang menghasilkan aerosol, pada tanggal 9 Juli 2020, akhirnya membuat WHO mengeluarkan panduan terbaru terkait cara transmisi SARS-CoV-2. Perbedaan signifikan penularan airborne dan droplet yaitu airborne dapat menular pada jarak > 1 meter sedangkan droplet < 1 meter dan airborne bertahan lama di udara sedangkan droplet tidak bertahan lama di udara.

Hal tersebut tentu sangat berimplikasi terhadap cara pencegahan dan pengendalian terhadap COVID-19 karena transmisi airbone dan droplet sangat berbeda. Penelitian-penelitian eksperimen sebelumnya menunjukkan penularan airborne terjadi ketika terjadi tindakan yang menghasilkan aerosol.

Setelah tindakan nebulizer dengan tenaga tinggi jet, satu penelitian eksperimen menunjukkan RNA virus SARS-CoV-2 berada di sampel udara dalam aerosol selama 3 jam dan penelitian lain menunjukkan 16 jam dan masih ditemukan virus yang masih bisa bereplikasi jika masuk ke dalam sel. Hal tersebut dilakukan secara eksperimen yang menginduksi aerosol yang tidak terjadi pada kondisi batuk pada manusia secara normal.

Selain itu, penelitian yang dilakukan di lingkungan fasilitas kesehatan tempat pasien Covid-19 dirawat, tetapi tidak dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol dilaporkan keberadaan RNA SARS-CoV-2 di sampel udara, namun di penelitian lain yang sama baik di fasilitas kesehatan maupun non fasilitas kesehatan tidak ditemukan keberadaan RNA SARS-CoV-2. Dalam sampel yang ditemukan virus, kuantitas virus yang terdeteksi dalam jumlah yang sangat kecil dalam volume udara yang besar dan satu studi menemukan virus tersebut di sampel udara dalam kondisi ketidakmampuan menemukan virus yang masih bisa bereplikasi.

Beberapa laporan klinis petugas kesehatan yang terpapar Covid-19, dalam kondisi yang tidak dilakukan prosedur menghasilkan aerosol, ditemukan tidak terdapatnya transmisi nosokomial ketika pencegahan dan pengendalian kewaspadaan kontak dan droplet dilakukan secara benar, termasuk menggunakan masker medis sebagai komponen alat pelindung diri. Hal tersebut menunjukkan tidak ada transmisi aerosol. Studi lebih lanjut diperlukan.

Pada kondisi di lingkungan di luar fasilitas medis, beberapa kejadian luar biasa berkaitan dengan ruangan tertutup atau indoor yang padat, dipikirkan kemungkinan terdapatnya transmisi secara aerosol atau airborne, kombinasi dengan transmisi droplet, contohnya pada acara paduan suara, restoran atau kelas fitnes.

Hal ini didasari penelitian dari Miller (2020) yang dilakukan pada anggota paduan suara, 53 dari 61 orang paduan suara tertular diruang tertutup padahal kondisi cuci tangan dilakukan dan jarak fisik diberlakukan. Selain itu, penelitian Li (2020) di sebuah restoran dilaporkan 10 orang dari 3 keluarga yang berbeda tertular Covid-19, tidak ada kontak erat antara 3 keluarga tersebut.

Baca juga: Westny DJ Membersihkan Segala Karma Buruk Lewat Tradisi Melukat

Pada acara tersebut, transmisi aerosol dalam jarak pendek, pada lokasi indoor spesifik, seperti kondisi yang ramai dan ruangan ventilasi yang kurang adekuat dalam waktu yang lama dengan seseorang yang terinfeksi kemungkinan dapat terjadi.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip