0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bleisure di Singapura Ini Destinasi Pilihannya

inilahcom
inilahcom - Thu, 04 Jul 2019 18:33
Dilihat: 166

INILAHCOM, Jakarta - Menyegarkan pikiran dengan berlibur setelah urusan bisnis rampung di Singapura menjadi pilihan tepat. Banyak jenis atraksi wisata yang ditawarkan Singapura mulai dari wisata kuliner, bangunan bersejarah, spot komunitas dan budaya, serta destinasi kekinian yang sayang dilewatkan.

Jika cuma punya akhir pekan di Singapura, Anda perlu terlebih dulu mencari tahu destinasi wisata unik yang bisa dijangkau dengan transportasi publik dan jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat Anda menginap. Ini memungkinkan Anda menghemat waktu tempuh dan bisa mengunjungi banyak destinasi tanpa mengeluarkan biaya besar.

Singapura terkenal dengan kehidupan multikulturalisme-nya, dimana orang dari berbagai etnis dan kepercayaan berbaur dalam keseharian. Menariknya, setiap etnis punya titik komunitas dengan ciri khas tersendiri.

INILAHCOM berkesempatan menjelajahi sejumlah destinasi wisata yang murah dan serta memberi banyak informasi mengenai masyarakat, kehidupan sosial dan ekonomi di Singapura.

Hotel tempat saya menginap, The Sultan Hotel, terletak di Jalan Sultan tak jauh dari jalan utama Victoria Street. Dari sini, lokasi stasiun MRT terdekat adalah Bugis Stasiun. Lokasi pertama yang saya kunjungin adalah Chinatown.

Chinatown

Mengunjungi kawasan pecinan atau yang dikenal dengan Chinatown bisa menjadi pilihan pertama. Kawasan Chinatown bisa dijangkau menggunakan transportasi MRT. Anda tinggal memilih rute kereta yang melewati Chinatown Station.



Layaknya di kota-kota besar lainnya, Chinatown Singapura menyuguhkan banyak atraksi wisata mulai dari kuil, bangunan bersejarah, museum sampai belanja dan kuliner.

Buddha Tooth Relic Temple yang berada di jalan South Bridge Road merupakan bangunan paling ikonik di kawasan ini. Kuil ini menjadi rumah bagi relik suci yang dikeramatkan: Gigi Sang Buddha. Menyambut Imlek, lampion dan bunga-bunga menambah kesemarakan kuil ini.


Di Chinatown, traveler juga bisa melihat sisi kehidupan Singapura yang multikultural. Selain kuil, di kawasan ini terdapat milik muslim India, muslim Malaysia dan juga gereja. Uniknya, semua tempat ibadah ini letaknya berdekatan. Anda bisa menyambangi Sri Mariamman Temple, kemudian melipir ke beberapa tempat ibadah di sampingnya.

Setelah lelah berkeliling kawasan Chinatown, Anda tak boleh melewatkan menyicipi kuliner khas peranakan Tiongkok di pojok kuliner pasar Chinatown. Sebelum memesan makanan, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian Anda.

Bagi Anda pemeluk agama Islam, usahakan untuk memastikan makanan yang hendak dipesan tidak berbahan dasar babi atau anjing. Sekaligus pastikan juga level higienis kuliner yang disajikan. Caranya? Anda tinggal melihat tanda di pojok kanan atas masing-masing gerai yang tertulis abjad A dan B. Abjad A menunjukkan gerai tersebut punya level higienitas yang sangat baik.



Pojok kuliner Chinatown umumnya ramai dikunjungi mendekati sore hari, bahkan di akhir pekan ramai sejak siang hari. Ada trik unik bagi Anda saat berebut meja makan, Anda tinggal meletakan bungkus tisu yang menandakan meja tersebut sudah 'di-booking.'

Kuliner yang ditawarkan cukup familiar di lidah orang Indonesia. Misalnya, kwetiau, bebek bakar, sate kambing dan nasi hainan yang merupakan makanan peranakan Cina.



Anda jangan sampai melewatkan kuliner unik bernama Pudding Beras yang terbuat dari beras yang ditumbuk halus. Harga kuliner di sini termasuk murah antara 1-20 SGD.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Chinatown, Anda bisa mengambil paket walking-tour yang dipandu oleh guide profesional. Selain penjelasan seputar Chinatown, Anda juga berkesempatan menyicipi kuliner-kuliner khas yang sudah termasuk dalam paket.

Nuansa Bollywood di Singapura

Puas berkeliling Chinatown, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju kawasan Little India. Dengan menggunakan transportasi MRT, Anda turun di Little India St dan Farrer Park Station.

Tak jauh berbeda dengan Chinatown, Little India merupakan titik komunitas India. Nuansa Negeri Bollywood sangat terasa dengan dominasi bangunan kuil berornamen patung dewa-dewi kepercayaan Hindu.

Untuk benar-benar menjelajahi Little India, Anda membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Namun, Anda bisa menghemat waktu dengan mengunjungi sejumlah landmark ikonik di Little India semisal Temple Hop (Kuil).




Jika waktu terlalu singkat, pastikan Anda berkunjung ke Kuil Sri Veeramakaliamman di hadapan Mustafa Centre. Pergilah selama sesi doa dan saksikan prosesi yang bergerak searah jarum jam di sekitar bangunan utama, berikan penghormatan kepada Shiva, Ganesh, Parvati, dan Murugan, di antara yang lainnya. Sumbangan sederhana dianggap lazim, tetapi tidak wajib.

Kawasan Little India juga menawarkan kuliner yang menggugah selera. seperti kari pedas, roti datar India (roti prata), dan gulai kepala ikan yang khas. Gulai kepala ikan merupakan hidangan tradisional Singapore dan Malaysia, serta hidangan lezat di wilayah tersebut. Kepala kakap merah disajikan dalam gulai pedas (Anda dapat meminta lebih banyak atau sedikit rempah), dengan sayuran. Gulai disajikan dengan nasi atau roti, dan banyak dinikmati oleh para wisatawan dan penduduk lokal yang mengunjungi Little India hanya demi hidangan ini.



Mengulik Sejarah Singapura di National Gallery

Berkunjung ke sebuah negara kurang lengkap rasanya tanpa mengetahui sejarahnya. Di National Gallery yang terletak di St. Andrew Road para pengunjung dimanjakan interior futuristik dengan instalasi kaca modern.

Di lantai 3, pengunjung bisa menyaksikan peta timbul negara Singapura yang terkoneksi dengan proyeksi digital. Panel interaktif akan menjelaskan topografi serta sejarah pembangunan Singapura.



Naik ke lantai 4, Anda akan menyaksikan peta timbul berskala besar yang memperlihatkan Singapore City sebagai ibukota Singapura. Dalam perkembangannya, wilayah Singapura dibentuk melalui program reklamasi.

Dalam melakukan reklamasi serta tata kota yang hampir sebagian besar di kelilingi sungai dan kanal, pemerintah Singapura banyak belajar dari Belanda yang terkenal ahli dalam uruan mengatur pengairan.



"Singapura sejak abad 18 sudah belajar dari Belanda bagaimana membuat aliran sungai dan membendung air laut agar bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya," jelas Rene, seorang pemandu wisata.

Sejak tahun 2000-an Singapura berupaya mengembangkan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan. Salah satunya membendung sungai untuk pembangkit listrik tenaga air, serta memanfaatkan panas matahari menggunakan solar panel.

"Inilah yang kami namakan sumber tenaga berkelanjutan," lanjut Rene.

Lokasi Wajib Selfie: Merlion Park

Belum ke Singapura kalau belum selfie berlatar patung Merlion yang terkenal. Patung Merlion yang berada di Marina Bay Sands (MBS) bisa dicapai dengan jaringan MRT, stasiun MRT terdekat adalah Raffles Place.

Merlion merupakan ikon negara Singapura yang merupakan gabungan kepala singa berbadan ikan berada di atas puncak ombak. Kepala singa melambangkan sosok singa yang dilihat Pangeran Sang Nila Utama. Sedangkan ikan dalam patung Merlion melambangkan kota kuno Temasek yang diartikan dalam bahasa Jawa artinya laut.

Ternyata, di balik patung Merlion ini tersimpan sejarah panjang. Bahwa dahulunya Singapura adalah sebuah perkampungan nelayan yang sederhana.



Setelah puas berfoto selfie jangan buru-buru beranjak pergi karena Anda bisa menyaksikan pertunjukan laser dan air mancur spektakuler di Marina Bay Sands setiap pukul 8 malam dan 9:30 malam. Anda bisa mencari spot strategis di depan The Shoppes MBS, Helix Bridge atau Esplanade Theaters.



Haji Lane

Lokasi lain yang menawarkan spot selfie instagrammable adalah Haji Lane di kawasan Kampong Glam. Haji Lane bisa dicapai dari The Sultan Hotel dengan berjalan kaki selama 10 menit menyusuri gang.

Gedung pertama yang dijumpai adalah Malaysia Heritage. Ini merupakan pusat informasi kebudayaan Malaysia yang berdekatan dengan Masjid Sultan.



Masjid berkubah emas itu merupakan masjid pertama yang dibangun di Singapura pada 1826. Selain dibuka untuk beribadah umat muslim, masjid juga ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Tepat di depan masjid berjejer kios yang menjual aneka souvenir mulai dari gantungan kunci, kaus, tas, pernak-pernik sampai kerajinan tangan.



Puas menjelajahi tiap sudut Kampong Glam, Anda bisa mengunjungi Haji Lane. Nama Haji Lane berawal dari banyaknya para pedagang berasal dari Timur Tengah yang membuka toko di sepanjang jalan tersebut.



Selain ramai toko souvenir khas Timur Tengah, kafe serta restoran bergaya negeri jazirah Arab, Haji Lane juga jadi destinasi instgrammable para turis. Lukisan mural di tembok-tembok menjadi incaran para travelers yang pingin eksis. Disarankan untuk datang mulai pukul 4 sore sampai menjelang malam, inilah waktu yang santai untuk dikunjungi.

Sumber: inilahcom
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip