0
Thumbs Up
Thumbs Down

Diabetes Melitus Ancam Jakarta, Ini Beberapa Fakta Harus Anda Ketahui

okezone
okezone - Sun, 09 Dec 2018 19:30
Dilihat: 304
Diabetes Melitus Ancam Jakarta, Ini Beberapa Fakta Harus Anda Ketahui

LINGKUNGAN perkotaan sudah menjadi rumah bagi dua pertiga penderita diabetes. Hal ini membuat kota-kota besar menjadi garis depan dalam perang melawan diabetes tipe 2, tak terkecuali Jakarta. Semua pihak harus mengambil peran dan tindakan untuk menekan peningkatan angka penderita diabetes.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sebetulnya sudah melakukan sejumlah upaya demi menanggulangi permasalahan penyakit tidak menular ini. Salah satunya dengan menandatangi MOU Cities Changing Diabetes (CCD) yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark dan Novo Nordisk Indonesia.

Pertanyaannya, mengapa Jakarta yang dipilih sebagai lokasi dijalankannya program CCD?

Selain merupakan ibukota dari Indonesia yang memiliki populasi penduduk terbanyak, Jakarta dipilih karena memiliki tingkat prevalensi diabetes terbanyak. Jika sebelumnya (tahun 2013) angka diabetes berdasarkan pemeriksaan darah pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 6,9%, maka di tahun 2018 angka itu melonjak menjadi 8,5%.

Riskesdas terbaru juga menyebutkan bahwa Kota Jakarta kini menempati peringkat pertama sebagai kota dengan angka prevalensi diabetes melitus tertinggi di Indonesia.

Melihat permasalahan di atas, Pemprov DKI Jakarta beserta pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Kesehatan, melakukan upaya untuk menekan pertumbuhan prevalensi diabetes di bawah program CCD.

"Program ini membantu pemerintah dalam memetakan kondisi diabetes di kota Jakarta yang difokuskan pada FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dan POSBINDU sebagai gate keeper dalam penatalaksanaan diabetes," tutur Catur Laswanto, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat media briefing CCD di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2018).

Lalu, bagaimana hasil dari mapping tersebut? Berikut beberapa fakta yang berhasil terkuak.

Jika dihitung dari jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 10,5 juta jiwa, maka jumlah orang dengan diabates di atas usia 15 tahun mencapai 250 ribu jiwa. Namun, berdasarkan Diabetes Surveillance Data dari Dinas Kesehatan, pasien diabetes yang yang terdaftar sejumlah 12.775 jiwa.

Hanya 30% dari pasien diabetes yang memahami tentang diabetes dan penangannya. Dengan kata lain, kesadaran masyarakat Indonesia melakukan skrining dini masih terbilang rendah. Setidaknya, baru 53% masyarakat yang mengetahui adanya skrining Diabetes Melitus di Puskesmas, dan hanya 42% masyarakat yang mengikutinya.

Selain itu, dari 12.775 pasien diabetes yang teregistrasi di FKTP, hanya 70% pasien DM yang teratur berobat ke FKTP dan hanya 9% yang mengikuti program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang diselenggarakan BPJS.

"Masih banyak kendala-kendala lain yang sering kami hadapi. Misalnya ketersediaan obat di FKTP yang sangat terbatas. Sehingga belum optimal dalam mengendalikan gula darah pasien DM," ujardr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, Ph.D, peneliti dari IMERI FKUI.

Ke depannya, semua pemangku kepentingan diminta untuk berdiskusi bersama demi memaksimalkan hasil mapping terebut. Salah satu tindakan nyata yang bisa disepakati adalah penguatan POSBINDU dan FKTP/Puskesmas sebagai gate keeper dalam menanggulangi DM.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip