0
Thumbs Up
Thumbs Down

Eksistensi Batik, dari Kain Gendong hingga Mejeng di Milan Fashion Week

okezone
okezone - Thu, 01 Oct 2020 21:06
Dilihat: 55

Tidak ada batik yang tak indah. Pernyataan tersebut bukan sekadar bualan, tetapi fakta yang sudah diakui dunia. Ya, UNESCO sudah mengakui batik sebagai warisan dunia sejak 2009.

Keindahan motif dan warna batik tidak menjadi kekhasan yang tak dimiliki 'pabric' lainnya. Apalagi jika bicara soal filosofi dari setiap motif dan warna, keberagaman budaya Indonesia yang menciptakan itu semua.

UNESCO mencatat bahwa eksistensi batik dalam kehidupan masyarakat Indonesia ada sejak lahir hingga meninggal dunia. Ya, kain batik selalu hadir di proses kelahiran, pertumbuhan anak, hingga akhirnya kematian.

UNESCO pun berdecak kagum akan persatuan bangsa Indonesia. Itu ditunjukkan oleh hampir di semua lini masyarakat ada yang namanya kain batik atau sudah dalam betuk pakaian. Jadi, dari kalangan atas hingga bawah, semuanya punya batik dan sekali lagi, tidak ada batik yang jelek. Semuanya bagus.

Mantan Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pernah menyampaikan sebuah kalimat yang menyinggung soal batik. "Kenapa saya suka batik? Karena gampang dicari, ada di toko manapun, dan enggak ada yang mempermasalahkan batik produksi mana (merk). Karena semua batik itu bagus," katanya dalam Talkshow di Kemenkes, beberapa bulan lalu.

Baca Juga : 4 Potret Ibu Negara Iriana Jokowi yang Berulang Tahun Ke-57

Upara para desainer muda mengembangkan batik pun dilakukan. Tujuannya jelas agar batik terus dikenakan oleh semua generasi, bahkan sampai anak zaman now seperti sekarang. Karena itu, ide dan kreasi kain batik yang lebih edgy diperlukan, meski keindahan dari batik itu sendiri tidak boleh dilepaskan.

Novita Yunus, salah seorang desainer yang cukup memberi perhatian pada batik di era modern. Ia terus mengkreasikan batik menjadi sesuatu yang lebih 'young' dengan tetap menonjolkan 'agungnya' batik itu sendiri.

"Kami ingin mengubah kesan yang ada di batik yaitu tradisional, menjadi sesuatu yang lebih segar dan kekinian. Karena itu, beberapa koleksi Batik Chic itu mengusung konsep batik kontemporer bernuansa modern," katanya beberapa waktu lalu.

Dengan upaya tersebut, Novita yakin bahwa kaum milenial bahkan generasi Z tetap percaya diri mengenakan batik. Dengan begitu, eksistensi batik tetap terjaga hingga kapanpun. Bisa dikatakan, batik pun mengikuti perkembangan zaman.

Luar biasanya lagi, eksistensi batik pun sudah ke ranah pekan mode internasional. Ya, belum lama ini kain batik terpampang nyata di Milan Fashion Week 2020/2021. Itu bisa terjadi berkat kepiawayan tangan Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip