0
Thumbs Up
Thumbs Down

IDI Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19

okezone
okezone - Sun, 29 Aug 2021 00:08
Dilihat: 179
IDI Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19

RUPANYA Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengajak seluruh anggotanya dan masyarakat luas bersama melawan infodemi. Selain itu IDI juga mendorong dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu cara mengakhiri pandemi.

Ketua Terpilih Pengurus Besar IDI, Dokter Adib Khumaidi Sp.OT, mengatakan, salah satu program utama PB IDI adalah pemberantasan disinformasi terkait Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. "Respon dari masyarakat cukup luar biasa," ujarnya, Minggu, (29/8/2021).

Menurut Dokter Adib, tantangan mengatasi pandemi bukan hanya disinformasi. Belajar dari pengalaman beberapa bulan lalu, tetap diperlukan persiapan menghadapi lonjakan kasus. Bentuknya antara lain menyiapkan tempat isolasi terpusat dan sistem isolasi terpantau.

Perlu pula untuk senantiasa mengajak semua orang menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tidak kalah penting memastikan vaksin terdistribusi merata sampai ke seluruh penjuru Indonesia.

"Bukan hanya tersedia, tempat vaksinasi juga harus didekatkan dengan masyarakat," terang Dokter Adib.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Dokter Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan, vaksin terus didatangkan dan dikirim ke seluruh Indonesia.

"Untuk pengirimannya, memang ada sejumlah pertimbangan teknis dalam proses distribusi. Meski demikian, bukan berarti distribusi tidak sampai ke berbagai penjuru Indonesia. Upaya itu perlu diimbangi dengan terus mengajak masyarakat agar mau divaksinasi," kata Dokter Nadia.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah cara penyimpanan vaksin jenis tertentu dalam proses distribusinya. Sebagian vaksin yang dipesan, seperti Pfizer dan Moderna, harus disimpan dalam suhu beku ekstrem. Jika tidak, vaksin akan rusak dan berkurang kualitas dan khasiatnya.

Terkait dengan khasiat vaksin, semua vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia telah diuji kualitas dan khasiatnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Ketua Komnas KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan Satari menambahkan, memang ada laporan tentang dampak setelah vaksinasi. Hanya saja data di Komnas KIPI menunjukkan, sebagian atau 60 persen laporan tersebut hanya dipicu dari kecemasan.

Vaksinasi juga bukan hal baru di Indonesia dan pengetahuan soal itu terus berkembang. Contohnya, di masa lalu dianjurkan menyediakan penurun demam sebelum vaksinasi.

"Belakangan, anjuran direvisi menjadi hanya jika ada gejala.Jadi, kalau tidak ada gejala, sebaiknya jangan diberi pereda," kata Prof. Hindra.

Ketua Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB ID Prof. Iris Rengganis menambahkan, sejak lama telah dikenal berbagai vaksin. Bahkan, beberapa jenis vaksin harus diulang secara berkala karena mutasi virus terus berlangsung.

Akibatnya, diperlukan vaksin baru yang lebih manjur. Hal itu antara lain terjadi pada influenza.

Ia juga mengajak tenaga kesehatan untuk senantiasa mendorong program vaksinasi. Saat ini, seluruh vaksin yang beredar telah diuji keamanannya. Karena itu, tidak perlu menunggu merek tertentu sehingga menunda vaksinasi.

Sumber: okezone
Berita Trending
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip