0
Thumbs Up
Thumbs Down

IDI Minta RS Tak Terapkan Double Shift untuk Dokter yang Tangani Pasien Covid-19

okezone
okezone - Mon, 23 Mar 2020 16:02
Dilihat: 81
IDI Minta RS Tak Terapkan Double Shift untuk Dokter yang Tangani Pasien Covid-19

Kabar duka tengah menyelimuti dunia kedokteran Indonesia. Enam dokter dinyatakan meninggal dunia, setelah berjuang keras menangangi wabah virus corona dan penyakit Covid-19. Lima di antaranya diduga meninggal akibat terpapar virus corona.

Mengutip keterangan yang diunggah pada akun instagram resmi PB IDI @ikatandokterindonesia, kelima dokter tersebut antara lain dokter Hadio Ali Sp. S, dokter Djoko Judodjoko Sp. B, dokter Laurentius P Sp. Kj, dokter Adi Mirsa Putra Sp. THT dan dokter Ucok Martin Sp. P.

Sementara satu dokter lainnya yakni, dokter Toni D Silitonga, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung setelah mempersiapkan fasilitas kesehatan demi menghadapi virus corona.

"IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19," tulis pernyataan tersebut.

Melihat perjuangan para dokter yang notabennya menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, Ketua PB IDI dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, kembali mengingatkan pemerintah maupun pihak rumah sakit untuk memperhatikan jadwal kerja setiap dokter yang ditugaskan menangani kasus ini.

Perlu diketahui bahwa pada umumnya, jadwal dokter di masing-masing rumah sakit dibagi menjadi tiga shift dengan durasi 8 jam per shift. Namun, mengingat semakin membludaknya kasus pasien positif corona di Indonesia, jadwal tersebut mulai mengalami perubahan.

"Sekarang banyak rumah sakit yang menerapkan kebijakan dua shift. Artinya, setiap dokter harus siapa siaga selama 12 jam per shift. Hal ini terjadi karena kita memang sedang kekurangan tenaga medis," ujar Daeng saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Senin (23/3/2020).

Maka dari itu, Daeng pun meminta agar setiap rumah sakit bisa menjamin pengaturan jadwal yang layak bagi para dokter, supaya mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

"Yang kami minta penjadwalan diatur selayak mungkin, supaya tidak double shift (24 jam). Jadi dokter-dokter itu tidak terlalu lelah dan capek. Sebenarnya yang bagus itu ya per hari 3 shift. Tapi dengan kondisi darurat seperti ini, bisa jadi rumah sakit hanya mampu menyediakan dua shift saja," kata Daeng.

"Jadi saya mohon, jangan sampai 24 jam. Kasian dokter-dokter itu nanti kecapaian. Kalau kecapaian risikonya dua, konsentransi berkurang dan risiko tertular Covid-19 jauh lebih besar," tandasnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip