0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Australia Uji Coba Dua Vaksin COVID-19

okezone
okezone - Thu, 02 Apr 2020 21:58
Dilihat: 82
Ilmuwan Australia Uji Coba Dua Vaksin COVID-19

ILMUWAN di berbagai negara saat ini sedang mencari obat paling mujarab melawan virus corona (COVID-19). Diketahui hingga sekarang, virus corona belum memiliki obat khusus. Sedangkan jumlah pasien virus corona di seluruh dunia, termasuk Indonesia telah mencapai 938.565 kasus. Sebanyak 47.303 orang di antaranya meninggal dunia dan 195.397 telah dinyatakan sembuh, per Kamis 2 April 2020.

Para ilmuwan berlomba-lomba melakukan penelitian untuk menemukan vaksin penyakit ini. Seperti di Australia, ilmuwan disana mulai menguji coba dua calon vaksin untuk melawan virus corona baru yang menyebabkan penyakit COVID-19. Vaksin tersebut dibuat oleh Universitas Oxford dan perusahaan AS Inovio Pharmaceutical.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi lampu hijau kepada para ilmuwan tersebut untuk menggunakan hewan sebagai percobaan.

Dllansir dari BBC Indonesia, Kamis (2/4/2020), Badan sains nasional Australia akan melakukan penilaian soal efektivitas calon vaksin dan apakah aman digunakan pada manusia. Uji pada manusia untuk pertama kalinya berlangsung di AS bulan lalu.

Organisasi Saintifik Persemakmuran dan Riset Industri Australia (CSIRO) mengatakan rangkaian tes yang mereka lakukan merupakan uji coba calon vaksin pra-klinis komprehensif pertama yang menggunakan hewan percobaan.

Para periset mengatakan kecepatan dan tingkat kerja sama global yang mendorong uji coba hingga pada tahap ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Biasanya perlu satu-dua tahun untuk mencapai tahap ini, namun faktanya kami menyingkatnya hanya dalam periode beberapa bulan," ujar Dr Rob Grenfell dari CSIRO.

Dijelaskannya, Tim CSIRO telah memasukkan sampel vaksin ke dalam tubuh musang-hewan mamalia kecil yang terbukti terinfeksi virus corona dengan cara yang sama seperti manusia.

Dari setidaknya 20 calon vaksin yang sedang dikembangkan sejumlah ilmuwan di seluruh dunia untuk melawan virus Sars-CoV-2, CSIRO menguji dua di antaranya yang dipilih konsorsium global pemantau riset bernama Coalition for Epidemic Preparedness Innovations.

Calon vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford adalah vaksin vektor. Para peneliti menggunakan virus "rusak" guna memasukkan protein virus corona ke sistem kekebalan tubuh sehingga mendorong respons.

"Namun mereka tidak bisa menggandakan dirisehingga tidak ada kemungkinan menjadi sakit akibat vaksin ini," sambung Trevor Drew, Direktur Laboratorium Kesehatan Hewan Australia.

Sedangkan calon vaksin lainnya, yang dibuat Inovio disebut Trevor Drew sebagai "agak berbeda tapi tetap menjanjikan". Calon vaksin yang kedua ini dirancang untuk menyandikan protein-protein tertentu virus corona ke sistem kekebalan tubuh.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip