0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenparekraf Siapkan Protokol Kesehatan, Produser Chand Parwez : Ini Angin Segar bagi Industri Film

okezone
okezone - Fri, 10 Jul 2020 22:18
Dilihat: 41

Produser film Chand Parwez Servia menyambut baik upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mensosialisasikan protokol kesehatan melalui program 'I Do Care' atau 'Indonesia Care'.

Menurutnya, dengan kemunculan program ini, industri perfilman Indonesia dapat bangkit kembali, setelah lebih dari tiga bulan vakum akibat pandemi Covid-19.

"Program ini menjadi angin segar bagi para pelaku di industri film Tanah Air. Pasalnya, sejak pandemi ini melanda, lebih dari 38 ribu insan perfilman tidak bisa berkarier. Seperti para kru film, makeup artis, bahkan aktornya itu sendiri," kata Chand Parwez saat ditemui dalam acara peluncuran I Do Care di XXI Plaza Senayan, Jumat (10/7/2020).

Tidak hanya itu, dampak dari pandemi Covid-19 ini juga membuat sekira 50 film tidak beredar di bioskop. Hal ini tentunya menjadi pukulan telak bagi para pelaku industri di sektor tersebut.

Padahal, Chand mengatakan bahwa tahun 2020 telah diprediksi menjadi tahun keemasan bagi industri film Indonesia. Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan film karya anak bangsa diklaim telah meningkat secara signifikan.

Baca Juga : Berbusana Ketat, Wika Salim Berpose Menggoda Jajal Sepeda Baru

Sayangnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, seluruh aktivitas syuting hingga pemutaran film di bioskop terpaksa dihentikan. Alhasil, ada dampak ekonomi yang sangat besar yang harus ditelan oleh para pelaku industri film.

"Anggap saja 50 film tidak beredar dari 125 film per tahun. Artinya 40% kita kehilangan peluang pemasukkan. Dengan asumsi 60 juta penonton dari 50 film itu kan Rp3 triliun. Lalu 40%-nya berapa? Ya sekitar Rp1,2 triliun. Ini dampaknya sangat besar bukan hanya ke filmnya saja, tapi ke bioskop dan lain-lain," ungkap Chand.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menerapkan dan memantau agar protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian, para pelaku industri perfilman Indonesia bisa kembali produktif dan menelurkan karya-karya baru.

"Jadi sekarang yang kami lihat itu penerapannya sudah dilaksanakan baik atau belum. Saya kemarin sudah melihat simulasi hotel, restoran, tujuannya untuk memastikan dulu bahwa simulasinya berjalan dengan baik. Indikatornya masyarakat sudah mendapatkan sosialisasi dan edukasi yang jelas," jelas Wishnutama.

"Kalau simulasinya sudah baik, baru bisa dibuka kembali. Takutnya pada saat dibuka, tapi sosialisasi dan edukasi tentang protokol kesehatan belum maksimal, dikhawatirkan menimbulkan potensi terjadinya klaster baru," tutupnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip