0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Bocah Badut Jalanan, Mengais Rezeki demi Sesuap Nasi

okezone
okezone - Sun, 13 Jan 2019 10:00
Dilihat: 215

MUSIM hujan yang tengah melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya, tidak menjadi penghalang bagi Ibnu, bukan nama sebenarnya, untuk menjalankan profesinya sebagai badut jalanan. Sejak menginjak usia 8 tahun, ia mulai mengais rezeki di jalanan dengan berbekal kostum badut atau kepala badut jalanan yang tengah menjamur di Indonesia.

Setiap hari, Ibnu harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran yang tengah terjebak macet.

Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Ibnu dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalanan Ibukota. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak.

Menurut pengakuan Ibnu, keputusannya menjadi badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kedua orang tuanya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya.

"Uangnya lumayan. Bisa buat beli nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah," tutur Ibnu.

Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Ibnu ditemani seorang teman yang bertugas membawa pemutar musik, lengkap dengan speaker berukuran besar. Alat tersebut diletakkan di atas gerobak kayu yang terlihat sudah usang.

BACA JUGA: Lepas Bulu Mata Palsu, Begini Penampilan Baru Syahrini

Lagu dangdut menjadi playlist wajib mereka, namun sesekali diganti dengan hentakan musik disko kekinian. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Ibnu mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants.

"Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena bapak yang membayar," ungkap Ibnu sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, setiap hari Ibnu memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah.

"Lepas Ashar saya biasanya langsung pulang ke rumah. Mau main bola sama teman-teman," kata Ibnu.

Namun saat ditanya Okezone, apakah ia dan teman-temannya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Ibnu mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada kedua orang tuanya. Kendati demikian, Ibnu tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip