0
Thumbs Up
Thumbs Down

Makin Meluas, Virus Korona China Sudah Menyebar ke Amerika Serikat

okezone
okezone - Wed, 22 Jan 2020 10:34
Dilihat: 81

Virus korona China ditemukan di Amerika Serikat, tepatnya di Seattle. Ini merupakan kasus pertama penyakit misterius tersebut ditemukan di luar Asia. Laporan ini disampaikan pejabat kesehatan setempat.

Menurut keterangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setidaknya sampai kemarin, Selasa (21/1/2020), sudah ada enam orang yang meninggal dunia di Asia akibat penyakit pneumonia Wuhan yang disebabkan virus korona.

Dengan ditemukannya virus korona di Amerika Serikat, CDC akan mulai menyaring penumpang dengan risiko virus di dua bandara; Hartsfield-Jackson Atlanta dan O'Hare di Chichago. Sementara itu, Amerika Serikat sejatinya sudah melakukan penyaringan ketat penumpang dari Wuhan, China, di beberapa bandara, seperti di San Fransisco, Los Angeles, dan New York.

"Sekarang, semua penumpang yang berasal dari penerbangan Wuhan akan dialihkan melalui lima bandara tersebut," terang CDC, seperti dikutip Okezone dari NBC News.

Upaya ini dilakukan tentu dengan tujuan agar pemantauan keberadaan virus korona terpusat hanya di lima bandara itu. Dengan kata lain, virus akan terdeteksi dengan baik dan ini merupakan upaya meminimalisir penyebaran virus.

Lantas, siapa warga Amerika Serikat yang terinfeksi virus korona China? Lalu, bagaimana bisa ia terinfeksi?

Ia adalah warga Snohomish Country berusia 30-an. CDC melaporkan, pria ini tiba di Amerika Serikat sekitar 15 Januari 2020 yang mana sebelumnya baru saja mengunjungi Wuhan. Namun, pria ini tidak mengunjungi pasar seafood yang menjadi penyebaran wabah pertama kali ditemukan.

Pejabat kesehatan menerangkan, pria ini tidak memiliki gejala ketika datang, tetapi mulai khawatir dengan apa yang ia derita setelah membaca berita di media. Kekhawatiran itu yang membuatnya pergi ke layanan kesehatan setempat.

"Sampai saat ini, kondisi pasien baik-baik saja, namun ia dirawat di rumah sakit karena dikhawatirkan memiliki faktor risiko," kata pejabat kesehatan. Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernapasan CDC dr Nancy Messonier, membenarkan pernyataan pejabat kesehatan. "Kami bersyukur pasien baik-baik saja," ucapnya pada rekan media.

Dokter Messonier melanjutkan, meski ditemukan adanya pasien virus korona China, publik Amerika diminta untuk tetap tenang karena risiko penyebaran rendah. "Meski begitu, kita harus tetap waspada melihat kasus ini baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia," tambahnya.

CDC sendiri telah mengirim tim ke Washington untuk melacak orang terdekat pasien untuk mencari tahu apakah ada orang lain yang sakit selain pria yang ternyata hidup sendirian di tempat tinggalnya tersebut.

Di sisi lain, Gubernur Washington Jay Inslee menegaskan bahwa risiko penyebaran virus corona China ini rendah. "Ini bukan saat yang tepat untuk panik atau cemas berlebih. Ini adalah momen kewaspadaan buat kita semua," tegasnya.

Wabah Pneumonia Wuhan akibat Virus Korona menurut CDC telah menyebar dari Wuhan ke Beijing, Shanghai, dan kota-kota lain. Bahkan, negara tetangga China seperti kata Korea Selatan, Thailand, Jepang, dan Singapura sudah terpapar virus yang dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan nama 2019-nCoV.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip