0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenal Luka Operasi Caesar dan Pengobatannya

okezone
okezone - Tue, 05 Oct 2021 18:42
Dilihat: 179
Mengenal Luka Operasi Caesar dan Pengobatannya

RUPANYA luka pasca operasi caesar yang menyebabkan infeksi atau berlubang memang banyak terjadi. Kondisi ini disebabkan karena adanya bakteri yang masuk ke dalam luka sayatan. Meski demikian, seseorang tidak perlu khawatir berlebih, sebab dengan obat-obatan dan perawatan yang tepat maka luka akibat infeksi bisa disembuhkan.

Merangkum dari Medical News Today, Selasa (5/10/2021), diperkirakan 3-15 persen wanita mengalami infeksi pada luka pasca operasi caesar. Terlebih opreasi caesar banyak dilakukan selama masa persalinan yang merupakan operasi besar. Tindakan ini memiliki risiko seperti infeksi luka dan lainnya.

Infeksi dapat terjadi ketika bakteri masuk ke dalam luka. Staphylococcus aureus atau biasa dikenal dengan bakteri staph adalah biang kerok penyebab infeksi pasca operasi caesar yang menyebabkan sekira 15-20 persen kasus.

Sekadar informasi, bakteri staph ini secara alami hidup di rambut dan kulit manusia. Ketika bakteri ini berkembang biak dan memasuki luka, mereka dapat menyebabkan beberapa jenis infeksi, seperti:

1. Impetigo

Infeksi yang menyebabkan lepuh dangkal berisi cairan yang pecah dan meninggalkan kerak berwarna seperti madu. Luka seperti ini sangat menyakitkan dan terasa gatal.

2. Abses

Luka yang berisi kulit mati dan nanah yang berkembang di bawah kulit. Infeksi ini menimbulkan sensasi panas dan menyakitkan.

3. Selulitis

Infeksi pada kulit dan jaringan yang tepat berada di bawahnya. Gejalanya dapat dengan cepat menyebar dari tempat sayatan dan rasanya menyakitkan, berwarna merah, dan terasa panas apabila disentuh.

Infeksi luka seperti ini biasanya muncul setelah 4-7 hari. Ketika gejala dimulai dalam waktu 28 jam, maka bakteri Streptococcus atau Strep kemungkinan besar menjadi biang keladinya. Infeksi akibat bakteri ini dapat menyebabkan erisipelas. Ini adalah jenis selulitis yang melibatkan getah bening.

Orang yang mengalami erisipelas biasanya memiliki lesi berwarna merah, mengilat, dan menonjol dengan jelas. Tak hanya itu, ada beberapa bakteri pula yang berpotensi menyebabkan infeksi pada luka pasca operasi caesar.

Cara mengobati

Dokter dapat mengobati sebagian besar infeksi luka pasca operasi caesar. Setidaknya sebagian perawatan dilakukan dengan pemberian antibiotik. Jenis antibiotik spesifik tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Infeksi yang kurang parah atau superfisial, seperti selulitis, cenderung sembuh dengan satu atau dua terapi antibiotik.

Jika cairan mengalir dari luka, atau luka justru melebar bukannya menutup, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menghilangkan abses dan cairan yang terinfeksi. Jika dokter menemukan jaringan mati di luka, maka akan dikupas dan mengikis lapisan jaringan mati sampai mereka menemukan jaringan yang sehat.

Selama prosedur ini, dokter juga akan memeriksa untuk memastikan bahwa jaringan di area tersebut sehat. Setelah operasi, dokter akan memberikan antiseptik pada area tersebut dan menutupinya dengan kain kasa.

Beberapa jenis kain kasa memiliki sifat antimikroba yang membunuh bakteri dan mencegah infeksi lebih lanjut. Perawat akan memantau luka dari tanda-tanda infeksi atau perubahan gejala. Setelah kembali ke rumah, orang terdekat pun harus memantau infeksi tersebut secara rutin.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip