0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mitos dan Fakta Masturbasi, Benarkah Bisa Bikin Impotensi?

okezone
okezone - Thu, 25 Apr 2019 20:15
Dilihat: 268

MENURUT pandangan medis, masturbasi merupakan hal yang normal dan termasuk aktivitas seksual yang menyehatkan meski menimbulkan sejumlah efek samping. Banyak mitos yang berkembang bahwa aktivitas seksual ini dapat memicu dampak negatif pada kesehatan, termasuk menyebabkan kebutaan.

Sebelum menilik lebih lanjut tentang fakta dan mitos seputar masturbasi, ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui terlebih dahulu tentang aktivitas seksual ini.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, di Amerika Serikat, masturbasi umumnya sudah dilakukan oleh anak-anak remaja berusia 16-17 tahun. Setidaknya 74% remaja pria dan 48% remaja wanita sudah pernah masturbasi.

Sementara untuk kategori dewasa, 63% pria dan 32% wanita berusia antara 57-64 tahun ternyata cukup rutin melakukan aktivitas seksual tersebut. Ada berbagai alasan yang diketahui memicu mereka bermasturbasi. Mulai dari sekadar memuaskan hawa nafsu, kesenangan, dan melepas ketegangan.

Baca Juga: Mantap Berhijab, Intip 5 Gaya Dinda Hauw yang Bikin Hati Adem

Tidak hanya itu, sebagian orang dewasa melakukan masturbasi seorang diri, namun ada juga yang melakukannya bersama pasangan.

Mitos masturbasi

Dalam perkembangannya, ada beberapa mitos seputar masturbasi yang dipercaya oleh khalayak umum. Aktivitas seksual ini dipercaya dapat menyebabkan kebutaan, impotensi, disfungsi ereksi, infertilitas, mengurangi produksi sperma, mengganggu kesehatan mental, hingga mengurangi daya tahan tubuh.

Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan mitos tersebut. Para ahli telah membuktikan bahwa efek samping masturbasi tidak akan menyebabkan kebutaan dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya.

Beberapa pasangan mengklaim, kebiasaan masturbasi akan berdampak buruk pada hubungan mereka. Mitos ini juga tidak benar. Faktanya, menurut penelitian, wanita yang rutin melakukan masturbasi justru memiliki kehidupan rumah tangga yang lebih bahagia.

Efek samping masturbasi


Meski masturbasi dianggap tidak berbahaya, beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping jika dilakukan secara terus menerus, seperti radang kulit jika masturbasi dilakukan secara kasar.

Bagi para pria yang sering melakukan masturbasi dalam waktu singkat, mereka juga memiliki kemungkinan mengalami pembengkakan pada penis yang disebut edema. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena efek samping ini akan sembuh dalam beberapa hari ke depan.

Di samping itu, ada pula efek samping lain yang dialami seseorang dari aktivitas seksual tersebut. Berikut uraiannya :

1. Perasaan bersalah

Beberapa orang kerap dirundung rasa bersalah saat melakukan masturbasi, karena kegiatan ini tidak sesuai dengan kepercayaan atau kebudayaan yang mereka anut. Untuk mengakali hal tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan teman dekat atau meminta bantuan para profesional di bidang kesehatan.

2. Mengurangi sensasi bercinta

Jika seorang pria cenderung agresif saat bermasturbasi, kemungkinan besar mereka akan kurang merasakan sensasi bercinta dengan pasangannya. Penggunaan vibrator sebagai stimulasi dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan gairah dan fungsi seksual secara keseluruhan pada pria maupun wanita.

Buktinya, Wanita yang menggunakan vibrator dilaporkan mengalami peningkatan fungsi seksual. Sementara bagi kaum pria, mereka mengalami peningkatan fungsi ereksi.

Baca Juga: Gaya Aduhai Pramugari Marcelina Angela Berbikini di Pantai

3. Mengganggu kehidupan sehari-hari

Dalam beberapa kasus, masturbasi bisa mengakibatkan seseorang kecanduan hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Mulai dari mengganggu produktivitas di lingkungan kerja, sekolah, hingga memengaruhi rasa tanggung jawab seseorang. Demikian dilansir Okezone dari Medicalnewstoday, Kamis (25/4/2019).

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip