0
Thumbs Up
Thumbs Down

Peneliti Pertanyakan Efektivitas Hydroxychloroquine untuk Sembuhan Pasien Covid-19

okezone
okezone - Wed, 03 Jun 2020 21:00
Dilihat: 57
Peneliti Pertanyakan Efektivitas Hydroxychloroquine untuk Sembuhan Pasien Covid-19

Uji coba pengobatan menggunakan hydroxychloroquine untuk virus corona Covid-19 semakin menimbulkan kekhawatiran. Hal ini terjadi setelah dua jurnal medis mengungkap pengaruh obat yang digunakan tersebut terhadap para pasien Covid-19.

Alhasil saat ini banyak negara yang berhenti menguji efektivitas pil malaria ini. The New England Journal of Medicine mengeluarkan keprihatinan pada studi yang dipublikasikan 1 Mei 2020. Studi itu mengatakan bahwa obat yang digunakan tidak meningkatkan risiko kematian bagi orang yang terinfeksi Covid-19.

Studi ini mengandalkan database dengan catatan kesehatan dari ratusan rumah sakit di seluruh dunia. Kekhawatiran substansial telah diangkat tentang kualitas informasi. Selain itu jurnal telah meminta para penulis untuk memberikan bukti tersebut dapat diandalkan.

Sebagaimana dilansir NBC News, Rabu (3/6/2020) basis data yang dimiliki perusahaan Chicago Surgisphere Corp, digunakan dalam penelitian observasional terhadap hampir 100.000 pasien yang diterbitkan di Lancet.

Mereka menggunakan obat malaria hydroxychloroquine dan chloroquine dengan risiko kematian yang lebih tinggi pada pasien rawat inap terinfeksi virus Covid-19. Lancet mengeluarkan ungkapan keprihatinan yang sama tentang penelitiannya pada hari awal pekan ini.

Ia mengatakan pihaknya sadar bahwa pertanyaan ilmiah penting dan telah diajukan. Meskipun ini bukan percobaan yang dapat memberikan jawaban pasti, tapi studi Lancet memiliki pengaruh luas.

World Health Organization (WHO) mengatakan akan menghentikan sementara studi obat menggunakan hydroxychloroquine. Sementara Prancis sudah berhenti mengizinkan penggunaan zat ini di rumah sakit.

Sebagaimana diketahui, obat ini telah masuk dalam kontroversi sejak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berulang kali mempromosikannya. Ia bahkan menggunakannya sendiri tanpa bukti jelas apakah obat ini aman atau efektif untuk mencegah atau mengobati infeksi virus Covid-19.

Dokter Brigham and Women's Hospital Boston, dr. Mandeep Mehra dan Pendiri Surgisphere, Desai Sapan, memimpin kedua studi, dan melakukan penulisan. Salah satu pernyataan dari rumah sakit mengatakan, penulis meluncurkan audit independen terhadap data di koran New England Journal.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip