0
Thumbs Up
Thumbs Down

Potret Kampung Sade Lombok, Kerajinan Tangan Jadi Nadi Kehidupan

okezone
okezone - Fri, 22 Feb 2019 13:34
Dilihat: 139

BERUGA di halaman depan Kampung Sade, Lombok, terlihat kokoh berdiri. Beberapa pria dengan pakaian adat khas Lombok duduk saling bercakap. Sepoy-sepoy angin berhembus sejuk membelai kulit.

Matahari Kamis 21 Februari 2019 terasa sangat menyengat. Tapi, hal tersebut tidak membuat masyarakat asli Sasak Lombok merasa kegerahan. Mungkin sudah bersahabat dengan udara semacam itu.

Beberapa perempuan dengan kain di bagian bawah duduk di tanah sambil menenun benang warna-warni menjadi sebuah kain yang sangat indah. Di sudut lain terlihat perempuan asli Sasak memberi pengajaran pada seorang turis lokal tentang bagaimana menenun benang dengan baik. Di belakangnya berjejer kain hasil tenunannya yang indah.

Dari kain-kain itu juga mereka akhirnya memiliki uang, bisa melanjutkan hidup dengan baik. Selain kain, warga Desa Sade juga mengandalkan aksesori buatan tangan untuk mendapatkan uang.

Tradisi ini sudah ada sejak lama. Seperti yang dijelaskan Pemandu Wisata Wahidin. "Perempuan di sini kebanyakan memang mengandalkan kain tenun sebagai mata pencahariannya. Kalau laki-lakinya mengurus ladang tapi tidak tetap," terangnya pada Okezone sambil mengarahkan kami lebih dalam ke kampungnya.

Baca Juga:

Cantik Berhijab, Netizen Malah Salfok ke Payudara Pamela Safitri

Penampilan Rosa Meldianti Pakai Hot Pants Bikin Netizen Auto Julid

Bahkan, kain tenun ini juga dianggap penting dalam kehidupan seorang perempuan Sasak. Berdasarkan penjelasan Wahidin, perempuan Sasak tidak boleh menikah kalau dia belum bisa menenun.

"Makanya, kalau di Desa Sade, anak perempuan sudah mulai diajarkan bagaimana menenun itu sejak usia 8 tahun. Jadi, saat dia dewasa nanti, dia sudah bisa menenun dengan sangat baik," tambahnya.

Untuk setiap kain yang mereka jual, harganya sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 150 ribu. Kualitas? Jangan ditanya. Semua dibuat dengan tangan sendiri dan tentunya dengan benang kualitas baik. Kain ini juga tak sembarang dibuat. Setiap motif yang dibentuk punya makna sendiri-sendiri dan semuanya indah.

Kalau untuk aksesorinya, ada gelang dari kain tenun, batu mutiara, kerang, dan akar tanaman laut. Tidak hanya itu, ada topi tani yang unik, kipas, dan beberapa yang menjual tas dengan bahan dasar kain tenun. Jadi, bisa dibilang, kain tenun Lombok menjadi sumber utama penghasilan perempuan Desa Sade.

Selain bicara mengenai kain tenun yang menjadi sumber kehidupan mereka, Wahidin kemudian menuturkan, warga Desa Sade masih melakukan pernikahan dekat. Jadi, banyak di antara mereka yang menikah dengan sepupunya sendiri. Meski tidak dilarang juga untuk menikahi perempuan di luar desa, tapi, kebanyakan masih menjalankan tradisi ini untuk terus mempertahankan warisan leluhur.

Tradisi culik pasangan pun masih dilakukan hingga sekarang. Wahidin menjelaskan, cara ini masih ada karena nenek moyang mereka masih percaya kalau perempuan yang ingin dipersunting tapi diculik sebelumnya, ada rasa bangga yang besar dan ini dipercaya sebagai cara terbaik warga Desa Sade untuk menghargai satu sama lainnya.

"Jadi, kalau tidak diculik, itu malah ada rasa mempermaikan anak perempuan. Keluarga perempuan juga akan merasa kalau anaknya hanya akan dipermainkan tidak dianggap serius untuk menikahi. Makanya, tradisi culik perempuan ini masih ada hingga sekarang," tambahnya.

Tradisi seperti ini hanya ada di Indonesia dan jika tidak dilestarikan, siapa lagi yang akan menjaganya?

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip