0
Thumbs Up
Thumbs Down

Proteksi dari Vaksin Bisa Kurangi Kebutuhan Suntik Booster Tahunan?

okezone
okezone - Thu, 03 Jun 2021 17:39
Dilihat: 98
Proteksi dari Vaksin Bisa Kurangi Kebutuhan Suntik Booster Tahunan?

RUPANYA terdapat temuan teranyar seputar manfaat atau kemanjuran vaksin Covid-19, yang baru saja disiarkan oleh para ilmuwan.

Para ilmuwan, seperti dikutip Fox News, Kamis (3/6/2021) menemukan petunjuk bahwa vaksin Covid-19 dua teratas yakni Pfizer dan Moderna saat ini menawarkan perlindungan panjang bahkan abadi, sehingga bisa mengurangi kebutuhan akan suntikan penguat alias booster tahunan.

Tapi di sisi lain, para ilmuwan tetap mengingatkan terkait hal ini masih dibutuhkan lebih banyak lagi penelitian. Terlebih lagi merujuk kondisi saat ini, yakni adanya mutasi virus.

Dari studi kritis yang sedang berlangsung, disebutkan semakin banyak bukti kalau kekebalan dari vaksin mRNA yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna tidak hanya bergantung pada antibodi yang berkurang seiring waktu. Tubuh memiliki lapisan perlindungan menumpuk yang menawarkan cadangan.

Dr. Paul Offit, spesialisasi vaksin Children's Hospital of Philadelphia mengatakan, secara pribadi justru ia terkejut jika sampai suntikan booster masih dibutuhkan.

"Justru saya akan kaget jika kita membutuhkan suntikan booster rutin tahunan," kata Dr. Paul Offit.

Senada dengan Dokter Paul, Ahli Imunologi University of Pennsylvania John Wherry mengaku ia optimis suntikan booster tak diperlukan. Mengingat sejauh ini, respon imun yang terlihat cukup bagus.

"Saya cukup optimis. Saya tidak akan mengesampingkan perlunya suntikan booster, tetapi respons imun sejauh ini terlihat cukup impresif," kata John Perry.

Disebutkan lebih lanjut, antibodi yang terbentuk setelah menerima vaksin atau infeksi alami memang berkurang secara alami. Namun ada ada bukti bahwa level antibodi tersebut tetap kuat setidaknya selama enam hingga sembilan bulan pasca vaksinasi mRNA, bahkan kemungkinan bisa lebih lama.

Vaksin jenis mRNA, seperti Moderna dan Pfizer disebutkan setidaknya untuk saat ini, efektif melawan mutasi virus yang mengkhawatirkan.

Sementara itu, Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular ternama pada pekan lalu sudah menginformasikan pada Sub Komite Senat pemerintah Amerika, kalau perlindungan vaksin itu bersifat infinite (tak terbatas).

"Saya membayangkan pada suatu waktu nanti, kita akan butuh suntikan booster. Saat ini yang sedang kami pikirkan adalah seperti apa interval itu nantinya," ujar Dr. Anthony Fauci

Peluang tetap dibutuhkannya suntikan penguat pasca-vaksinasi dikatakan juga melihat faktor, saat ini nyatanya masih banyak orang yang belum divaksinasi.

Ini artinya masih banyak pula peluang untuk terjadinya lebih banyak mutasi virus. Sinyal terbesar booster mungkin diperlukan adalah lonjakan kasus infeksi Covid-19 pada orang yang sudah divaksinasi lengkap, terutama penyakit parah dan terutama jika infeksi disebabkan oleh varian virus baru.

Maka dari itu, diketahui saat ini orang-orang yang divaksinasi setahun yang lalu sebagai bagian dari uji coba vaksin Pfizer dan Moderna yang pertama tengah didaftarkan dalam studi suntikan penguat tambahan, baik dosis ketiga dari yang asli atau versi yang telah diperbarui agar sesuai dengan varian virus yang pertama kali muncul di Afrika Selatan.

Moderna sendiri mengemukakan, dari hasil temuan awal menunjukkan hasil yang menjanjikan. Lebih banyak hasil data selanjutnya disebutkan akan dirilis musim panas ini.

National Institutes of Health Amerika juga baru saja memulai menguji sistem, yakni pasien diberi suntikan booster merek yang berbeda dari vaksinasi aslinya, untuk melihat apakah itu efektif atau tidak.

Sebagai tambahan, jika suntikan booster akhirnya diperlukan. Suntikan penguat ini sifatnya tidak akan dibutuhkan sekaligus, karena antibodi memudar secara bertahap bukan menghilang secara tiba-tiba.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip