0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ratusan Anak di Pakistan Terjangkit Wabah HIV

okezone
okezone - Thu, 23 May 2019 19:00
Dilihat: 291

KURANG dari sebulan, lebih dari 600 orang terindikasi mengidap HIV. 75% di antara mereka adalah anak-anak. Awal dari kejadian itu bermula pada Februari di Ratto Dero, sebuah kota kecil bagian selatan Pakistan. Awalnya sejumlah orang tua cemas karena demam yang diderita anak-anak mereka tak kunjung sembuh. Anak-anak itu kemudian dibawa ke dokter. Dalam beberapa minggu, semakin banyak anak-anak menderita penyakit serupa.

Dr Imran Aarbani, seorang dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di kota itu merasa heran. Dia lalu menganjurkan anak-anak tersebut menjalani tes darah. Apa yang ia khawatirkan telah terjadi, anak-anak itu tertular HIV dan tidak ada yang tahu mengapa.

"Pada 24 April, sebanyak 15 anak dinyatakan positif mengidap HIV, kendati tak satupun dari orang tua mereka yang membawa virus tersebut," tutur seorang dokter rumah sakit kepada BBC.

Bulan lalu, lebih dari 607 orang, 75% dari mereka adalah anak-anak didiagnosis terjangkit virus tersebut setelah ada rumor yang menyebutkan sejumlah keluarga dikirim ke unit khusus di rumah sakit milik pemerintah kota oleh departemen kesehatan provinsi Sindh.

Namun, mungkin yang lebih mengejutkan adalah ini bukanlah wabah pertama yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

( Ribuan orang telah menjalani tes darah di negara tersebut/AFP)

Selentingan yang menyebut tentang kemungkinan wabah ini melanda provinsi Larkana di Sindh, mendorong ribuan orang menjalani tes darah lagi pada tahun 2016.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 1.521 orang dinyatakan positif mengidap HIV, berdasarkan angka-angka yang dimiliki badan penanganan AIDS, Sindh Aids Control Programme (SACP).

Sebagian besar dari mereka yang terjangkit adalah laki-laki dan, pada saat itu, penyebabnya terkait dengan pekerja seks di daerah tersebut, yang sebagian besar adalah transgender dan 32 di antara mereka ditemukan membawa virus AIDS.

Meski Pakistan melarang praktik prostitusi, namun nyatanya masih ada PSK yang menjajakan jasanya dengan bebas. Salah satunya di tempat penginapan para wisatawan di Larkana, otoritas setempat menggerebek tempat tersebut terkait dengan meluasnya penularan AIDS.

Namun bisakah penularan ini dikaitkan dengan penemuan para petugas kesehatan baru-baru ini?

Dr Asad Memon, yang memimpin operasi SACP di Larkana, memercayainya - meski tidak secara langsung.

"Saya pikir virus (AIDS) itu dibawa oleh kalangan yang berisiko tinggi (seperti para transgender dan PSK perempuan) lalu mereka berobat ke "dukun" yang lalai menerapkan standar kesehatan sehingga menularkan ke pasien lainnya ," katanya kepada BBC.

"Dukun" yang ia maksud adalah orang-orang yang tidak profesional di bidangnya, mulai dari perawat-perawat yang membuka klinik sendiri dan mengaku sebagai dokter, sampai calon-calon dokter yang menganggur dan tidak memiliki pengetahuan standar kesehatan.

(Foto: AFP)

Di Pakistan, terutama di daerah pedesaan, orang lebih suka berobat ke "dukun" ketimbang ke dokter biayanya lebih murah, karena mereka selalu ada, dan banyak waktu untuk mendengarkan keluhan pasien.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip