0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sudah Divaksin Covid-19 2 Dosis, Tubuh Otomatis Kebal?

okezone
okezone - Thu, 08 Apr 2021 11:39
Dilihat: 45
Sudah Divaksin Covid-19 2 Dosis, Tubuh Otomatis Kebal?

Masyarakat yang sudah mendapat dua dosis vaksin Covid-19 masih terus diingatkan untuk disiplin protokol kesehatan, termasuk 5M yang digaungkan pemerintah. Apakah artinya meski sudah divaksin 2 dosis risiko tetap ada?

Hal pertama yang harus Anda catat baik-baik adalah jika Anda sudah dua kali disuntik vaksin Covid-19, maka Anda belum terlindungi sepenuhnya. Jadi, jangan langsung merasa kebal dan sembrono dalam bertindak ketika di luar rumah, misalnya tidak pakai masker.

Menurut laporan HuffPost, seseorang dianggap sudah 'oke' setelah 3 minggu setelah menerima dosis kedua vaksin Covid-19. Di momen itu diyakini antibodi sudah terbentuk dengan smepurna dan perlindungan tubuh dari serangan virus bisa terjadi.

Ingat, meski begitu Anda tetap bisa terpapar virus. Namun ketika terpapar gejala yang muncul cenderung tidak parah, bahkan tak memiliki gejala.

"Jadi, meski Anda sudah divaksin dua dosis, Anda masih dapat tertular Covid-19 dan menyebarkan ke orang lain," kata kepala medis Inggris, Jonathan Van-Tam.

Sampai saat ini, peneliti belum cukup yakin efek dari vaksin untuk menghentikan penularam virus antarmanusia.

"Namun, ada beberapa faktor yang membuat seseorang yang sudah divaksin tetap terinfeksi atau tetap dapat menyebarkan virus ke orang lain," ungkap Profesor Paul Hunter dari Norwich School of Medicine di University of East Anglia.

Faktot tersebut antara lain, berapa banyak kasus yang ada di sekitar Anda, seberapa efektif vaksin yang Anda terima, berapa lama kekebalan bertahan di tubuh, dan berapa proporsi infeksi dari varian baru yang terjadi di sekitar Anda.

"Jika ada lonjakan infeksi di masyarakat, bahkan jika Anda telah divaksin, Anda masih berisiko tinggi dibandingkan mereka yang berada di wilayah kasus rendah," terang Prof Hunter.

Hal penting yang harus diperhatikan juga adalah setiap vaksin Covid-19 yang ada sekarang itu memiliki tingkat efektivitas yang beragam. Namun, kesemuanya telah terbukti mampu mengurangi keparahan penyakit yang akhirnya menurunkan tingkat kematian.

Kembali diingatkan bahwa efektivitas Pfizer itu 97% dalam mencegah penyakit simptomatik, penyakit parah, dan kematian, berbeda dengan AstraZeneca yang terbukti 76% efektif dalam mencegah paparan virus.

Beda lagi dengan vaksin Moderna, memiliki kemanjuran vaksin sebesar 94,5% yang berarti mampu melindungi 9 dari 10 orang dari paparan Covid-19. Semua vaksin itu dinyatakan harus dengan dua dosis penyuntikkan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip