0
Thumbs Up
Thumbs Down

Susie McKinnon, Perempuan yang Tidak Pernah Bisa Mengenang Masa Lalu

okezone
okezone - Thu, 06 Dec 2018 11:48
Dilihat: 94

SUSIE McKinnon tidak bisa mengingat pernah menjadi seorang anak atau mengingat masa lalunya. Baginya, seorang Susie adalah perempuan berusia 60 tahun, seperti sekarang, hanya itu.

Ketidakmampuan 'melakukan perjalanan waktu secara mental' adalah kondisi ingatan terbaru yang menarik minat para peneliti - dan karena kebanyakan orang yang memilikinya mungkin tidak menyadarinya, kondisi ini mungkin lebih umum dari yang kita duga.

Susie McKinnon juga tidak bisa mengingat acara spesial. Dia tahu dia pergi ke pernikahan keponakannya. Dia tahu suaminya pergi bersamanya. Tapi dia tidak bisa mengingat berada di sana. Bahkan, ia memiliki sangat sedikit memori mengenai hidupnya - tetapi ia tidak mengalami amnesia.

Selama bertahun-tahun, McKinnon tidak tahu dia berbeda. Kita cenderung menganggap pikiran kita semua bekerja dengan cara yang sama.

Kita tidak sering membahas seperti apa rasanya memiliki ingatan. McKinnon berasumsi bahwa ketika orang-orang menceritakan kisah mendalam tentang masa lalu mereka, mereka hanya menyusun detail untuk menghibur orang.

Tapi kemudian seorang teman yang sedang belajar ilmu kedokteran bertanya apakah dia mau mencoba tes memori sebagai bagian dari studi temannya itu. Disinilah saat keduanya menyadari bahwa memori otobiografi McKinnon itu kurang.

McKinnon mencari tahu mengenai amnesia, tetapi kisah orang-orang yang kehilangan ingatan akibat sakit atau cedera otak tampaknya tidak sesuai dengan pengalamannya. Dia bisa ingat bahwa suatu peristiwa telah terjadi; dia hanya tidak ingat bagaimana rasanya berada di sana.

Sekitar satu dekade yang lalu, setelah kakinya patah dan tak memiliki banyak kegiatan untuk mengisi waktunya, dia mulai membaca penelitian tentang melakukan perjalanan waktu secara mental dan membuat keputusan untuk menghubungi peneliti di bidang itu. Dia merasa tegang pada hari dia mengirim email ke Brian Levine, seorang peneliti memori di Rotman Research Institute di Baycrest di Toronto. Levine menyebutnya sebagai salah satu hari paling menarik dalam karirnya.

Hasil dari komunikasi mereka adalah identifikasi sebuah sindrom baru - Memori Otobiografi yang Sangat Defisien (Severely Deficient Autobiographical Memory). Manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan perjalanan waktu secara mental, mundur dan maju dalam pikiran kita semaunya.

Coba pikirkan saat Anda kembali berada di kelas di sekolah dasar, atau bayangkan akhir pekan berikutnya Anda sedang duduk di atas handuk pantai sambil menonton lumba-lumba melintasi cakrawala.

Mungkin bukan hanya fakta akan situasi itu saja yang Anda bayangkan; Anda membayangkan pengalaman sebenarnya berada di sana. Inilah yang tidak dapat dilakukan oleh McKinnon.

Seperti yang dikatakan Brian Levine kepada saya di All in the Mind di radio BBC, "Baginya, peristiwa masa lalu yang dialami seolah-olah sebagai orang ketiga, seolah-olah mereka bisa menjadi episode masa lalu orang lain."

Kita semua juga melakukan ini, melupakan sebagian besar hal yang terjadi pada kita, tetapi bagi McKinnon itu jauh lebih ekstrim. Sindrom ini sangat berbeda dengan amnesia, yang biasanya terjadi setelah kejadian tertentu atau akibat cedera otak -- menyulitkan orang untuk menyimpan informasi baru untuk membuat kenangan baru. Orang dengan Memori Otobiografi yang Sangat Defisien atau SDAM dapat belajar dan menyimpan informasi baru -- tetapi informasi itu tidak memiliki kekayaan pengalaman kehidupan nyata.

Jika McKinnon dapat mengingat detail tentang suatu peristiwa, itu karena dia melihat foto atau sengaja mempelajari cerita tentang apa yang terjadi. Dia tidak bisa membayangkan berada di sana atau apa yang dikenakannya atau dengan siapa dia.

Seperti yang dikatakannya kepada saya dalam All in the Mind, "Bisa saja ada orang lain yang menghadiri pernikahan keluarga dan bukan saya. Di dalam kepala saya, saya tidak punya bukti bahwa saya ada di sana. Itu tidak terasa seperti sesuatu yang saya lakukan."

Ini berarti McKinnon tidak dapat mengalami nostalgia untuk menghidupkan kembali saat-saat terbaik dalam hidupnya - tetapi sisi baiknya adalah dia tidak dapat mengingat rasa sakit yang terkait dengan hal-hal buruk juga.

Sesuatu yang sulit seperti kematian seorang anggota keluarga terasa sama kuatnya pada saat itu, tetapi perasaan itu segera memudar. Dan itu bisa membuatnya menjadi orang yang lebih baik juga. Dia tidak menyimpan dendam, karena dia tidak dapat memunculkan emosi yang membuatnya merasa kesal pada awalnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip