0
Thumbs Up
Thumbs Down

Usai Bertengkar, Kenapa Pasutri Lebih Bergairah Bercinta?

okezone
okezone - Thu, 05 Aug 2021 01:00
Dilihat: 86
Usai Bertengkar, Kenapa Pasutri Lebih Bergairah Bercinta?

PERTENGKARAN dalam sebuah hubungan rumah tangga merupakan hal yang wajar. Justru, dari argumen tersebut, pasutri dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah bertengkar, biasanya salah satu pasangan akan menyendiri satu sama lain.

Akan tetapi, beberapa dari mereka justru merasa lebih bergairah untuk bercinta setelah bertengkar dengan pasangan. Terdengar aneh, tetapi psikoterapis, ahli fisiologi, dan sexperts Jenni Skyler, PhD punya jawabannya. Melansir Cosmopolitan pada Kamis (5/8/2021), berikut beberapa alasan mengapa pasutri justru merasa lebih bergairah setelah bertengkar.

Hormon


Hormon seperti testosteron, adrenalin, dan kortisol (hormon stres) akan melonjak bersamaan ketika sedang berkelahi dengan seseorang, termasuk suami atau istri.

"Ketika kortisol dilepaskan dari hormon stres, tubuh dan pikiran kita mungkin menginginkan seks," jelas seksolog Jenni Skyler, PhD.

Evolusi

Setelah bertengkar dengan pasangan, ini dapat membuka bagian mendalam jiwa Anda. Setelah tubuh lelah akibat bertengkar, seks dapat membuat jiwa Anda bersemangat lagi.

"Seks setelah bertengkar tidak hanya memberikan kelegaan, itu juga menciptakan kegembiraan. Anda tak lagi merasa terancam, melainkan bahagia setelah melakukan seks," katanya.

Baca Juga : Pipis Terasa Sakit Usai Bercinta, Kenapa Ya?

Kecemasan dan gairah

Gairah dan kecemasan adalah sensasi yang meningkatkan detak jantung, aliran darah, dan pernapasan. Ketika kita berada di bawah tekanan, seperti stres yang disebabkan oleh perdebatan, sistem saraf simpatik kita terangsan.

"Kegembiraan dari salah satu emosi itu kemungkinan akan ditransfer ke yang lain," jelasnya.

Anda memiliki trauma

Peristiwa traumatis yang mengandung perkelahian atau kemarahan yang intens di masa lalu kadang-kadang dapat terhubung dengan perasaan seksual. Secara psikologis, ketika pasangan bertarung, mereka sering menghasut pemicu atau bagian yang sangat takut dari sistem memori mereka

Ketakutan menciptakan rasa ditinggalkan, ketidakmampuan, atau keduanya, sehingga seks kadang-kadang dapat meringankan rasa takut itu dengan meningkatkan keintiman dan membangun kembali perasaan aman.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip